Puruk Cahu – Dalam upaya mengatasi kelangkaan dan lonjakan harga bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Kabupaten Murung Raya, Bupati Heriyus resmi mengeluarkan Surat Edaran nomor: 100.3.4/467/2025, yang bertujuan untuk menertibkan distribusi dan penjualan BBM jenis Pertalite dan Pertamax yang mengalami kekurangan pasokan beberapa hari terakhir.
Kelangkaan BBM ini menyebabkan harga jual di tingkat pengecer melonjak drastis. Sebelumnya, harga Pertalite dijual sekitar Rp15.000 per liter dan Pertamax Rp17.000 per liter. Namun, saat ini harga di lapangan berkisar antara Rp20.000 hingga Rp25.000 untuk Pertalite dan Rp27.000 hingga Rp30.000 untuk Pertamax per liter, yang tentunya memberatkan masyarakat dan pengguna kendaraan. Jum’at, ( 28/11/2025).
Dalam surat edaran tersebut, Bupati Heriyus menegaskan bahwa pihak SPBU dan APMS harus memprioritaskan penyaluran BBM kepada konsumen langsung, terutama pengguna kendaraan pribadi dan masyarakat umum, bukan kepada pelangsir yang kemudian menjual kembali dengan harga tinggi. Langkah ini diambil sebagai upaya mengendalikan distribusi agar tidak semakin menyebar dan menimbulkan ketimpangan harga di masyarakat.
Bupati juga menegaskan bahwa pihak yang tidak mematuhi ketentuan dalam surat edaran tersebut akan dikenai sanksi tegas sesuai aturan yang berlaku. Ia mengingatkan seluruh pihak terkait untuk bekerja sama dan menjaga stabilitas harga serta pasokan BBM di wilayah Murung Raya.
Dalam keterangan resmi, Heriyus menyampaikan bahwa langkah ini merupakan bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap kesejahteraan masyarakat dan upaya mencegah dampak negatif dari kelangkaan BBM yang dapat mengganggu aktivitas ekonomi dan mobilitas warga.
Dengan diterbitkannya surat edaran ini, diharapkan distribusi BBM di Kabupaten Murung Raya dapat berjalan lebih tertib dan terkendali, serta harga di tingkat pengecer kembali stabil dan terjangkau bagi masyarakat luas. Pemerintah daerah juga akan terus melakukan pengawasan dan penertiban demi memastikan kebijakan ini berjalan efektif.
Mahyono Ketua Komisi III DPRD Mura juga mendukung terjadinya stabilitas harga BBM jenis Pertalite dan Pertamax ditingkat pengecer.
“Sebaiknya harga BBM jenis Pertalite dan Pertamax kembali normal seperti sediakala dan kita sama sama diringankan”, harap Mahyono.
