PURUK CAHU – Kondisi kabut asap di wilayah Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah, mulai mengkhawatirkan. Dalam beberapa hari terakhir, kabut asap terlihat semakin menebal, terutama pada siang hari. Meski demikian, jarak pandang di sejumlah wilayah masih tergolong aman untuk aktivitas masyarakat.
Kabut asap tersebut diduga membawa partikel abu dan sisa pembakaran dari lahan yang terbakar. Kondisi ini perlu diwaspadai karena kualitas udara yang tercampur asap dan partikel hasil pembakaran dapat mengganggu kesehatan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia, serta masyarakat yang memiliki aktivitas tinggi di luar ruangan.
Paparan asap dalam waktu tertentu dapat menyebabkan iritasi pada mata dan saluran pernapasan, batuk, sesak napas, serta meningkatkan risiko terjadinya Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Minggu, (30/08/2026).
Secara geografis, Kabupaten Murung Raya dan wilayah tetangganya, Kabupaten Barito Utara, diketahui tidak memiliki kawasan gambut yang luas. Kondisi tersebut berbeda dengan daerah yang memiliki lahan gambut, di mana kebakaran dapat berlangsung di bawah permukaan tanah sehingga api sulit terlihat dan dapat menghasilkan asap dalam waktu yang lebih lama.
Kabut asap yang saat ini dirasakan masyarakat Murung Raya diduga lebih banyak merupakan asap yang terbawa angin dari wilayah atau lahan yang mengalami kebakaran.
Di Murung Raya sendiri memang masih ditemukan kebakaran semak dan lahan kering di sejumlah lokasi. Namun, kebakaran tersebut tidak terjadi dalam skala besar. Api yang membakar permukaan lahan kering umumnya tidak meninggalkan asap berkepanjangan setelah api berhasil dikendalikan.
Meski demikian, masyarakat tetap diminta meningkatkan kewaspadaan, khususnya ketika melakukan pembakaran sampah. Api harus benar-benar diawasi agar tidak menjalar ke semak-semak maupun kawasan hutan yang kondisinya saat ini relatif kering.
“Kalau membakar sampah, jangan sekaligus dalam jumlah banyak. Pastikan apinya dijaga dan jangan dilakukan di dekat hutan atau semak-semak yang mudah terbakar,” demikian imbauan untuk masyarakat.
Ketua DPRD Murung Raya, H. Rumiadi, SE., SH., MH, turut mengimbau masyarakat agar menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah. Langkah tersebut penting untuk mengurangi risiko menghirup udara yang telah bercampur dengan abu, asap, maupun partikel lain hasil pembakaran.
Menurutnya, perhatian khusus perlu diberikan kepada anak-anak sekolah dan para guru yang setiap hari melakukan aktivitas di lingkungan sekolah.
“Kami mengimbau masyarakat agar menggunakan masker, terutama ketika berada di luar rumah. Jangan sampai udara yang bercampur abu dan zat lainnya yang berbahaya terhirup secara terus-menerus,” ujar Rumiadi.
Rumiadi juga meminta dinas dan instansi terkait segera mengambil langkah antisipasi dengan menyediakan serta membagikan masker kepada masyarakat, khususnya para pelajar dan guru.
Selain itu, ia meminta pemerintah daerah mempertimbangkan kondisi kualitas udara dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar. Apabila kondisi kabut asap semakin memburuk dan dinilai dapat membahayakan kesehatan, jam pelajaran dapat dikurangi atau kegiatan belajar mengajar dialihkan sementara ke sistem daring (online).
“Untuk anak-anak sekolah, apabila kondisi memang dirasa perlu, jam pelajaran bisa dikurangi atau sementara diliburkan dan dilaksanakan secara daring. Keselamatan dan kesehatan anak-anak harus menjadi perhatian utama,” tegasnya.
Ia berharap seluruh pihak, baik pemerintah, sekolah maupun masyarakat, dapat bersama-sama mengantisipasi dampak kabut asap serta mencegah terjadinya kebakaran lahan yang lebih luas.
Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api dan tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan.
