Puruk Cahu – Imanudin, S.Pd.I., anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Murung Raya dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), menegaskan bahwa akhlak yang luhur menjadi landasan utama untuk membentuk hati yang sempurna dan jiwa yang bersih. Pesan ini disampaikannya saat menyampaikan dakwah dalam rangka menyambut dan memaknai bulan suci Ramadhan tahun 1447 Hijriah, yang berlangsung pada Jumat, (27/2/ 2026).
Dalam kesempatan tersebut, ia secara khusus mengajak kaum muda sebagai generasi penerus bangsa agar senantiasa menjauhi segala perbuatan yang dilarang oleh agama, serta giat melipatgandakan amal ibadah, terlebih di bulan yang penuh berkah ini.
“Memiliki akhlak mulia adalah jalan utama untuk mencapai kesempurnaan hati dan kebersihan jiwa. Mari kita sama-sama menguatkan iman dan ketakwaan kepada Allah SWT, serta menjalin hubungan yang semakin erat dan harmonis dengan sesama manusia,” ujar Imanudin.
Ia juga mengingatkan dan mengutip firman Allah SWT yang tercantum di dalam Al-Qur’an, tepatnya pada Surat Ar-Ra’d ayat 11, yang artinya: “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri.”
Menurut penjelasannya, ayat ini menjadi pengingat tegas bagi setiap orang bahwa perubahan menuju ke arah yang lebih baik harus dimulai dari upaya masing-masing individu untuk memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas kepribadiannya.
Selain itu, politisi ini juga mengingatkan pentingnya mengendalikan perkataan dan tingkah laku, sejalan dengan sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim: “Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia mengucapkan perkataan yang baik, atau lebih baik ia diam.”
Imanudin berharap, momen istimewa bulan Ramadhan ini dimanfaatkan sebaik mungkin untuk memperbanyak doa, memohon ampunan Allah, serta meningkatkan kualitas seluruh ibadah yang dilakukan. Hal ini diharapkan dapat melahirkan masyarakat yang hidup rukun, memiliki ketakwaan yang tinggi, serta sejahtera dalam segala aspek kehidupan.
“Mari kita penuhi hari-hari di bulan Ramadhan ini dengan ketulusan, kasih sayang, dan kepedulian, sambil terus meningkatkan iman dan takwa kita kepada Allah SWT,” tutupnya mengakhiri penyampaian dakwahnya.
Apakah Anda ingin saya juga menyesuaikan gaya bahasanya menjadi lebih ringkas atau lebih formal sesuai kebutuhan media tertentu?
