BARITO TIMUR – Protes meledak dari warga Ampah dan Jembatan Sua, Kecamatan Dusun Tengah, Kabupaten Barito Timur, setelah Bupati M. Yamin memberikan piagam penghargaan kepada PT Bartim Coalindo, padahal masyarakat mengklaim aktivitas pertambangan perusahaan tersebut merusak lingkungan dan kualitas air sungai.

Hermanto, warga Jembatan Sua yang pernah mendampingi Wakil Bupati Adi Mula Nakalelu dalam inspeksi mendadak ke lokasi tambang, mengungkapkan bahwa hasil pemeriksaan lapangan menunjukkan kerusakan yang jelas.

Warga telah lama mengadu tentang perubahan drastis kualitas air Sungai Munte (anak sungai Karau) dan kerusakan ekosistem yang mengganggu mata pencaharian serta kehidupan sehari-hari.

Namun pemerintah kabupaten malah menghargai PT Bartim Coalindo atas “kepedulian penanganan banjir”  kebijakan yang dinilai sepenuhnya bertentangan dengan kondisi nyata yang dialami masyarakat.

Misdianto, warga Ampah Kota, menegaskan bahwa aktivitas pertambangan juga merusak kualitas Sungai Karau dan lahan permukiman.

“Penghargaan ini tidak masuk akal karena kita merasakan dampak kerusakan setiap hari,” ujarnya Sabtu (7/2/2026).

Sampai saat ini, PT Bartim Coalindo belum memberikan tanggapan resmi terhadap tuduhan warga. Pemerintah kabupaten juga tidak menjelaskan tindak lanjut hasil inspeksi mendadak yang dilakukan beberapa hari yang lalu, meskipun telah menemukan indikasi dampak negatif dari operasional tambang. (Tim).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *